Bahagia itu
sederhana..
Sesederhana aku
melihat senyummu setiap hari
Sesederhana aku
bersyair untukmu
Bahkan,
Aku lupa .. bahwa
ragamu tak lagi menetap di dunia
Aku rindu ..
sangat rindu
Rindu usapan
telapakmu di pipiku
Rindu cerita cerita
mu yang meramaikanku
Bahagia itu
sederhana
Sangat sederhana..
Setiap hari aku
masih mampu melihat nisanmu berdiri tegak
Dan aku masih
bisa mengirim surat cintaku melalui doa
Apa Tuhan
mengatakan demikian ??
Aku rindu kau
disini,
Apa Tuhan
menyampaikannya ??
Kau yang terhebat
yang pernah ada
Apa kau bahagia
disana ?? apa surga itu indah ?
Aku belum pernah
kesana, tapi cerita tentang keindahan surga Tuhan selalu kudengar
Bagiku,
Cintamu itu
segalanya
Kau itu hebat,
kau tau ??
Kau itu kuat..
bahkan hingga ajal sudah diujungnya
Kau masih saja
bisa tersenyum, seolah sakit itu tidak lagi terasa
Genggaman jemarimu
yang dulu menitihku belajar berjalan
Sempat kurasakan
melemah dan hilang daya genggamnya
Banyak cerita
tentangmu
Banyak sekali,
Tidak akan habis
dan tidak akan bosan bila berulang – ulang kuingat
Kau tidak sejahat
yang ku kira
Aku mengerti,
kenapa kau pulang
ke rumah Tuhan lebih dulu
Pasti kau ingin
menyambutku di pintu kan ??
Kau ingin buka
bentangan tanganmu, agar aku berlarian meraihnya
Ah.. kamu selalu
begitu
Selalu mengajakku
bergurau
Heii.. aku sudah
besar .. aku malu kalau dilihat ibu guru
Tetapi tetap saja
kau lakukan itu ..
Aahh kau
menggemaskan, membuatku semakin rindu
Aku rindu.. Sangat
rindu
Rindu ulangan
perintahmu yang tak segera ku laksanakan
Hingga tak sabar menanti, kau melakukannya sendiri
Aahh.. sebentar
dong, kan lagi asyik menonton televisi
Aku rindu Tuhan
Rindu padanya,
Malaikat tak bersayapku
Tuhan,
Jaga Bundaku baik
– baik ya
Bunda sangat baik
Tuhan.. baik padaku dan pada ayahku juga
Aku ingin dia
menyambutku lagi Tuhan, sambil bertanya “ada PR apa hari ini??”
Aku rindu Tuhan..
rindu sekali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar