Semangat lah sayang.....
At 19 Jun. 13
Tau kah
kalian? Setiap hari itu banyak sekali cerita yang dapat kita bagikan. Entah
menyenangkan, menyedihkan, kisah orang lainpun bisa. Hari ini sekitar pukul
16.00 aku bertemu dengan saudara kita yang berasal dari indonesia bagian timur.
Paul remaja 15 tahun, bertubuh mungil sawo matang baru saja jatuh dari motor
karena dibonceng temannya. Bukan tentang jatuhnya yang akan aku ceritakan
melainkan tentang bagaimana dia bisa sampai di kota Semarang. Bisa kalian
bayangkan, jarak antara Irian Jaya dan Jawa itu lumayan memakan waktu dan
biaya.
Aku
berdiri di station nurse, kulihat nizar dan anggita asyik berbincang – bincang
dengan paul. Rasa ingin tahuku menghantui, aku pun mendekati mereka. Baru sampai
di balik tirai, aku ditanya sama nizar “srey,
tahu gak siapa nama ketua BNN?”, sedikit melongo, aku fikir mereka main
tebak – tebakan “engga, emang siapa”.
Si paul menjawab “ibu bla bla blaa (saya
lupa soalnya namanya panjang, yang jelas istri ketua BNN lah ya)”.
Semakin penasaran “emang kenapa
dengan ketua BNN?”
Dengan santainya paul bercerita “aku adalah anak angkatnya”, whattt??? Semakin
heboh saja otakku dibuatnya. “trus kok
bisa? Bagaimana ceritanya?”.
Ceritanya
panjang, aku ringkaskan saja ya. Si paul itu anak yatim piatu, dia tidak punya
sanak saudara di irian jaya entah bagaimana ceritanya dia bertemu dengan ketua
BNN disana lalu diangkatlah dia sebagai anak. Oleh ketua BNN si paul diajak ke
jakarta selatan daerah tebet naik pesawat terbang. Sesampainya di jakarta paul tidak
boleh kemana – mana, dikurung trus di rumah. Dia juga bilang, kalo dia sering
disiksa sama ketiga anaknya tapi aku lupa nanya anaknya itu laki/perempuan. Alasannya
sih karena paul tidak menuruti perintah mereka (entah diperintah apa). Karena tidak
tahan, (iyalah siapa yang bakal tahan) paul akhirnya kabur dari jakarta, dia
naik kereta tidak tahu harus kemana. Di kereta dia bertemu sama orang semarang,
dan diajaklah dia tinggal bersama orang itu (tidak sempat tanya siapa namanya).
Pagi ini
dia lagi mencari sarapan di daerah dekat rumah sakit tempat aku PKL. Dia sempat
ditabrak truk, dia syok dan trauma akhirnya dia memutuskan pulang ke kost dan
tidur karena merasa masih deg – degan. Sorenya dia diajak sama temannya cewe
naik motor, setengah sadar dia dibonceng motor yang dia tumpangi gantian
nanbrak becak, jatuh deh mereka. Yang nyetir motor dagunya sobek dan perlu
dijahit, sedangkan paul cuma luka – luka sedikit. Kasian sama dia, sebelum dia
pamitan pulang dia disalah – salahin sama temennya “gara – gara kamu kita gak jadi ke cirebon, pengobatan kalian habis 500
rb”. Dengan santainya paul berbisik pada kami “tuh kan mbak, ujung – ujungnya aku lagi yang dimarahi, padahal aku
tidak tahu apa – apa”
Pertanyaan
terakhirku pada paul “enak di jawa apa di
irian jaya?”, jawabnya jelas dan membuat ku menghela nafas “lebih enak di irian jaya mbak”.
Pelajaran yang bisa kupetik hari
ini :
Kita
bukan satu – satunya manusia yang memiliki masalah. Banyak saudara kita diluar
sana memiliki masalah hidup yang lebih rumit, bahkan tanpa orang tua mereka
harus berjuang sendiri. Kepolosan paul, senyum yang mengukir di pipinya
menandakan dia begitu kuat, meskipun sebenarnya paul juga sedih tapi dia tidak
menunjukkan itu. Usia paul masih begitu muda, tetapi semangatnya tetap ada. Dia
masih bisa tersenyum untuk kami bertiga. Paul semoga kamu jadi orang besar
nantinya, dan dibesarkan hatimu oleh Tuhan. Semangat paul....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar