Hargailah dia yang mencintaimu..
Ia berkorban bukan karena berharap kasihmu.. Melainkan ingin menunjukkan kau berarti untuknya..

Pengikut

Selamat Datang di Blog Asrey Fatmalasari Putri

Selasa, 18 Juni 2013

Berfikir Ulang Mencintaimu....

 Bukan begini caranya, dan bukan begini pula kita harus bertemu...
di kehidupan masa depan, aku menunggumu






Semua ini bermula ketika aku bergabung digroup Whatshapp KSH. Aku bisa mengenal banyak orang baru dengan berbeda karakter. Ternyata tidak semua yang aku bayangkan berjalan mulus, perbedaan sifat, karakter, budaya, pemikiran membuat kami semua mengalami perselisihan. Satu per satu kita dipreteli perlahan meninggalkan KSH, namun untung aku sempat menyimpan beberapa no teman baru. Aku diundang kembali oleh group Kampung Cinta Damai dengan admin umam. Disini aku bertemu dengannya, Dini wanita dewasa usia sekitar 24 th telah memberikan warna baru dihidupku. Aku memang sudah beristri namun jujur ku akui, aku merasa nyaman dengan dini eiittsss tapi bukan untuk menjalin hubungan. Aku dan dini bisa dibilang TTM (Teman Tiap Mangkal), karena keakraban kami ternyata kami juga bertemu di group MU. Tidak lama bertahan digroup umam, dengan cara yang sama kami left. Lalu kuputuskan untukmembuat group dan aku sebagai adminnya, hanya dengan cara itu aku bisa dekat dengan dini tanpa diketahui istriku.


Beberapa bulan berlalu, aku sering senyum sendiri, ketawa tanpa alasan ketika ngobrol via WA dengan dini. Sebenarnya aku tau dini dekat dengan Mukle, lelaki 1 th lebih muda dariku dan kini menjadi pesaing berat. Melihat dari cara mukle menyapa dini digroup sepertinya mereka begitu dekat dengan gaya roman yang menurutku begitu menjijikkan (karena aku cemburu), tidak kurang akal aku jadi lebih sering telpon dini. Suara khasnya selalu membuatku terhipnotis rasanya seperti mau pingsan bila tidak mendengar sehari saja, apalagi ketika dini mencari korek iiihhh menggemaskan sekali. Dini memang bukan wanita sempurna, dia relatif namun tubuhnya yang seksi itu berbeda dari wanita manapun. Dia lebih suka melebarkan tubuh ketimbang meninggikannya. Okelah tak apa.. yang penting aku bisa mengenal dini lebih dalam.


Aku jadi mulai sering pm, smsan, koment – koment di fesbuk secara diam – diam, telponan (gratisan). Tidak peduli dimanapun aku berada, entah dikasur, deket jendela, di jamban (tempat favorit dini), bahkan ketika di kantor. Aku juga mulai sering foto – foto gak jelas untuk ku kirim ke dini tetapi anehnya dini tidak pernah mau kirim balik fotonya ke aku, katanya sih malu.. yeeeaaahhhh aku suka cewe pemalu.


Lama mengenal dini, dan mukle juga kami bertiga memutuskan untuk kopdar di semarang. Karena tepat ditengah – tengah kami, dan strategis dari arah manapun (menurut elo????). Aku menyiapkan persiapan yang matang, mulai dari fashion, duit (jaga2 si dini makannya banyak), mental, kesehatan, baterai hp dan semua tanpa terkecuali. Aku membawa boneka teddy berwarna hitam, yahhh biar si dini bisa selalu ngliat betapa imutnya dia seperti teddy dan mereka size nya juga idem.


Tiba hari H, aku menginap di hotel pandanaran, si mukle di hotel horison dan si dini entah aku tak mengerti kabar terakhir dia sedang naik mobil ambulance. Kami sepakat untuk bertemu di taman tugu muda, aku memakai kemeja ungu bergaris kesamping, si mukle memakai lurik bergaris serong dan dini?? Aku juga tak tau kabar terakhir kudengar gaunnya sempat sobek karena kebesaran paha.


1 message received

Kalian dimana? Aku sudah sampai.

(Reply)

Aku tepat didepan museum, tunggu ya

(Received)

Oklik deh #muachhh (emo kayak di WA)


Dari kejauhan terlihat body aduhai, aku dan si mukle bertaruh siapa yang akan dipilih sama dini.

“dini buat gue lah sob, kan elu dah punya bini”, menyenggol sikunya ke jidat ku.
(senyum sinis) 

“enak aje lu kate, guee walopun udah punya bini tapi simpanan itu penting brooo,,hello orang jakarte getoohhhh”.

“haiiishhh lambemu tak sobek – sobek mbuh, ngajak berantem”

“ayo siapa takut”

Pertengkaran kami dihentikan suara teriakan yang manis, dengan lambaian tangan setinggi tower bebek.

“heiiii kalian, malu – maluin tau ah bertengkar disini”.

Aku dan mukle kompak menoleh ke arah sumber suara, sambil menyipitkan mata, dan balik saling menatap, telapak tangan kami saling menggenggam, tarik napas dannnnn ....

Ohhhhhhh Noooooooooooooooooooooooooooooo...... Oh My GOD

Kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, 
#angkat rok setinggi – tingginya



Dini ternyata?????????





Terlalu sempurna untuk kita semua..amiin

Special Edition about : Mas Luvti ce'es...

2 komentar:

  1. Siip.. gaya kaya gini yang dicari di RAinbow, surprising ending.. cumaaaa.. masih abg banget.. dialusin lagi dee.. see www.sambui.com for some references. :) gud luck!

    BalasHapus
  2. Oke miss... emmm gaya bahasanya ya berarti yang perlu diperhalus,, wahhh seneng seneng ada kemajuan.. miss tengkyuuuu so much

    BalasHapus