Hargailah dia yang mencintaimu..
Ia berkorban bukan karena berharap kasihmu.. Melainkan ingin menunjukkan kau berarti untuknya..

Pengikut

Selamat Datang di Blog Asrey Fatmalasari Putri

Rabu, 09 September 2015

Sebenarnya Kenapa AKU???

September 2014
Inilah kali pertama aku masuk rumah sakit karena demam tinggi. Sepulang dari jakarta aku merasa berat badan ku semakin berkurang, dari 49 kg lalu 46 kg. Dilihat dari pola makanpun sebenarnya aku tidak memiliki penurunan nafsu tapi entahlah. Bulan lalu (agustus) aku demam setiap menjelang sore, mual ada dan akhirnya sewaktu pulang ke rumah aku meminta ibu untuk mengantar periksa ke klinik. Aku bekerja di salah satu rumah sakit swasta di surakarta, sedang jarak rumah - surakarta sekitar 2 jam. Di klinik aku meminta dokter untuk melakukan cek lab, karena takut penyakitku kambuh. Lima tahun lalu aku pernah terkena gangguan fungsi hati, ditunjukan dengan hasil SGOT dan SGPT yang tinggi, bila nilai normalnya < 35, sedang punyaku > 1000. Dokter juga memeriksa Ig M salmonella, darah rutin dan alhamdulillah hasilnya normal. 

Saat kembali ke surakarta, aku kembali demam dengan suhu diatas 39", anehnya aku tidak merasakan apa-apa. Dokter jaga meminta hasil px. Lab, sementara aku rawat jalan dan semua obat dari klinik distop diganti obat dari dokter jaga. Tiga hari kemudian keluhanku tidak berubah, saat breafing siang di ruangan aku menggigil pertanda suhu tubuh mulai naik. Umi (temanku) membawaku ke igd, suhu tubuh diukur dan hasilnya 39,8" . Ternyata sudah 18 hari aku mengalami gejala ini (long fever), dokter memutuskan agar aku dirawat inap saja, akupun menyetujuinya. 

Kamar 410, yah.. Aku menginap disana saat ini. Dokter jaga menginstruksikan untuk cek Lab beserta Ro. Thorax, alhamdulillah hasilnya normal. Pagi harinya, aku bertemu dengan dokter yang merawatku, beliau penasaran dgn kondisiku

"mbak, bgaimana kalau tes urine sama LED" | "iya dokter, saya ngikut" | "baiklah.. Bisa jadi demamnya karena Isk (infeksi saluran kemih), kita tunggu hasil LEDnya,juga ". (Led atau Laju Endap Darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi dalam tubuh)

Keesokan harinya dokter Satriyo visite, beliau menjelaskan hasil tes urine dan Led, 
"mbak, untuk urinnya normal tapi LED ny agak tinggi yaitu 95, angk normal nya 15"
"kenapa bisa bgitu dok?"
"iya karena menunjukan adanya infeksi dan belum kita temukan infeksi dimana"
Dokter melakukan anamnesa lanjutan, beliau menggali riwayatku, orang tua juga. Dokter Satriyo memutuskan untuk melakukan tes malaria, karena ayahku pernah terkena malaria saat di timor - timor meski kecil kemungkinan, apa salahnya mencoba (hasil + 3 hari). Di RS aku ditemani oleh ibu, bapak kadang datang menjenguk karena adekku masih sekolah jadi tidak bisa keduanya menjagaku. Teman-teman ku pun juga tak luput dari pandanganku, wiwin, ayu, umi, mba wiji, ika (bunda), andri (teman sekost) dan semua rekan kerja bergantian menengok walau sebentar dan menemani saat malam hari. Merekalah yang membantuku memenuhi kebutuhanku mulai dari makan, mobilisasi, infus, obat dll. Aku hampir tidak pernah memanggil perawat, karena sungkan jadi kalau butuh sesuatu teman-teman yang berjaga langsung menuju NS (nurse station) tanpa menekan bel walaupun ada fasilitas tersebut. Bahkan, ketika berdua saja sama ibu, ibulah yang memenuhi kebutuhanku selama sakit. Ah ibu... Terima kasih

Hari ketiga demamku mulai turun sampai 37,5 ,dokter menyarankan apabila selama 24 jam tidak demam boleh pulang. Masih terasa aneh dengan kondisi tubuh, dengan sengaja aku menunda waktu minum obat. Obat yang seharusnya diminum jam 6 pagi, aku ulur menjadi jam 9, tujuanku untuk mengetahui demam ku turun karena kondisi yang membaik atau obat. Benar dugaanku, aku mulai menggigil perlahan, selimut, bantal disekitar kutarik untuk menutupi tubuhku, AC pun telah dimatikan. Sambil beristighfar, sepuluh menit kemudian tubuhku mulai panas, panas dan gerah. Ibuku mengambilkan termometer lalu mengukur suhu badanku... Oh God, aku demam lagi, angka yang tertera 39,5. Astaghfirullah.. Sebenarnya kenapa aku? 

Perawat yang berjaga melaporkan kondisiku, dan dr. Satriyo menunda kepulanganku sampai kondisi stabil. Keesokan harinya pembacaan hasil lab. Malaria,, alhamdulillah normal lagi. Yahh.. Kami semua dibuat bingung dengan kondisiku, sampai pada akhirnya demam berhenti dihari kelima dan aku pulang.. 

2 komentar:

  1. Jadi nggak ketahuan akhirnya sakit apa say? Aku waktu kecil sering banget demam... dirontgen, dan dicek macem2 nggak ketahuan sakit apa-apa.. Akhirnya sudah jadi bagian diri... demam cuekin aja.. tapi nggak sampai menggigil gitu... kalau habis sesar 3tahun yang lalu.. aku sering tiba2 menggigil tiba2.. habis mandi, atau tidur, tiba2 badan sakit dan menggigil nggak jelas 15menitan gitu nanti baikan sendiri... :)

    dan sakit kepala.. udah kalau sakit kepala datang, entah itu migrain atau kenceng di bagian leher gitu, nggak bisa ngapa2in selain dibuat tidur... karena mau dibuat nulis pun nggak fokus..

    Hmm.. terkadang Allah memang menyimpan alasan atas sebuah kejadian agar kita belajar... bukankah penyakit adalah salah satu caraNYA menghapuskan dosa2 kecil kita.. diantara kesakitan yang kita rasakan, bisakah kita berhenti mengeluh dan perbanyak istighfar -- di saat itulah Allah akan mengganti setiap rasa sakit kita...


    Syafakillah.. cepat sembuh ya.. sungguh sebenar2nya dokter hanyalah Allah, perbanyak istighfar yaa

    BalasHapus