Hargailah dia yang mencintaimu..
Ia berkorban bukan karena berharap kasihmu.. Melainkan ingin menunjukkan kau berarti untuknya..

Pengikut

Selamat Datang di Blog Asrey Fatmalasari Putri

Kamis, 17 September 2015

Masih Bertanya "Kenapa??"

"Rey, kok kamu kurusan?"
"Kamu minum vitamin Rey, biar kelihatan seger"
"jadi cewek itu harus gesit dek, jangan layu"

Itulah pertanyaan, ungkapan yang muncul satu persatu. sehabis opname kemarin berat badanku menurun sampai 43 kg. Perubahan bentuk tubuhku semakin tak wajar. Hari demi hari aku merasakan ada yang tidak beres pada perutku, tapi tetap saja aku tidak mau merasakannya. "apa mungkin aku bertambah gemuk?" ucapku saat melihat bentuk perutku berubah. Yah.. Mungkin aku gemuk!! #postink

Dua minggu pasca opname, aku mulai sering mual, muntah, sesak napas, sakit perut dan yang anehnya perubahan perutku semakin jelas. Aku periksa di IGD, dokter jaga bilang "mungkin karena kecapekan dan imun tubuh lagi down makanya sakit". Dokter menginstruksikan untuk memberi terapi injeksi (suntik), -"oh God.. Beri kesehatan selalu". Aku diberi beberapa vitamin untuk dibawa pulang. Anehnya, gejala ini selalu kambuh setiap dua minggu dan setiap kambuh pula aku selalu mendapat terapi injeksi. Aku adalah salah satu orang yang memiliki ambang nyeri rendah, dengan istilah lain aku tidak tahan sakit. Setiap obat itu masuk ke pembuluh darah vena, air mataku tak pernah bisa berbohong meski aku mencoba untuk diam agar sakitnya berkurang. Semangatku tak pernah luntur, aku rajin minum obat karena kenyataannya memang aku tidak bisa seperti teman - temanku yang memiliki imun yang bagus, aku terlalu mudah untuk sakit. Aku bisa menerima kekuranganku dengan cara menghindari apa saja yang tidak boleh aku lakukan, tidak boleh aku makan agar aku tidak mudah diserang penyakit. 


11 Februari 2015
Rabu malam aku membeli capjay untuk makan malam, fikirku "makan sayuranlah biar seger". Pukul 21.00 sehabis sholat isya' aku berbaring untuk istirahat karena besok masuk pagi. Dua jam berlalu ternyata aku masih terjaga, "ah apa mungkin aku mau haid ya? Bulan kemarin kan belum haid". #postink


Pukul 11.30 perutku terasa aneh, sebah, dengan sigap aku mengambil kantong obat dan membongkarnya, untung saja aku masih punya antasida, lalu ku kunyah 1 tablet dan kembali berfikir "aku tadi makan apa ya? Perasaan tidak ada yang salah, ahh mungkin maghku kambuh". Perutku semakin tidak nyaman, jam sudah menunjukan pukul 01.08 wib, tetap saja masih terjaga. Tiba - tiba, aku berlari ke kamar mandi dan #hueeekk (muntah) berulang sampai 3x. Aku kembali membongkar kantong obat mencari obat mual, stop!!! Barusan tadi aku muntah tanpa rasa mual, why
Aku meminum air putih sebanyak yang aku bisa agar tidak dehidrasi, lambat laun perutku terasa melilit, seperti orang haid.. Hmmm bukan.. ini lebih luar biasa sakitnya. Aku meringkuk, menekuk tubuh seperti posisi janin, astaghfirullah.. rasa apa ini, kenapa sakit sekali? Aku berulang - ulang istighfar sambil sesegukan menangis kesakitan, berlangsung sekitar 20 menit aku kembali muntah air. Hampir kehabisan ide, aku mengetuk kamar wiwin dan memintanya untuk mengantarku ke rumah sakit. 


Dr. Samuel yang berjaga malam itu dengan sigap melakukan pertolongan, meski dalam perjalanan ke rumah sakit dengan berjalan kaki dan sempat muntah juga, aku masih mampu menopang tubuhku. Kaki ku mulai gemetar, serasa mau jatuh. Infus terpasang di tanganku tanpa terasa, ketorolac (anti nyeri) segera dimasukkan oleh temanku Andi, dan beberapa obat lainnya. Tekanan darah mulai menurun 100/60 mmHg, kata dokter itu karena aku menahan sakit dan hampir syok. Sepuluh menit kemudian rasa itu hilang, dan perlahan aku tertidur. 

Pukul 05.40 aku terjaga, kepala jaga malam menemuiku menjelaskan bahwa jadwal dinasku diganti siang. Beberapa menit dalam kondisi masih terkapar di igd, aku mulai merasakan perutku kembali melilit, ashhh.. Sakit lagi..

"Y udah, rawat inap saja dek!!" seru dokter samuel, "nanti Rontgen BNO 3 posisi ya" 
Dalam fikirku, berterbangan beberapa kemungkinan yang aku takutkan, maka dari itu aku menunda untuk menghubungi kedua orang tua. Masih seperti tahun lalu aku ditemani teman - teman kost. Bedanya kali ini aku di rawat di kamar 427, di sampingku juga ada pasien lainnya. Kali ini terasa lebih menakutkan, aahh.. Semoga baik - baik saja. 

Sorenya setelah sehari semalam menginap dan hasil foto BNO jadi, aku memberanikan diri menghubungi ibu. Serba salah, yang pertama takut khawatir, yang kedua takut kalau kenapa - kenapa tidak ada yang bertanggung jawab. Ibu sempat kaget menerima teleponku, jelas saja kan baru 3 bulan lalu opname, kenapa sudah tumbang lagi. Keesokan paginya (jum'at) ayah dan ibu tiba di rumah sakit, pukul 06.07 kulihat ibu menyilangkan kedua lengannya mengartikan bahwa beliau sedang kedinginan karena perjalanan jauh., ah jadi gak tega.. 

Aku kembali dirawat oleh dokter Satriyo, akhirnya ayah dan ibu sempat bertemu dengan beliau. Beliau menjelaskan hasil BNO, bahwa ada fecal prominent dimana terdapat feces di sekitar usus sehingga menyebabkan colic abdomen (nyeri perut hebat), ditandai dengan bab tidak lancar, dan tidak bisa flactus. Ah.. Apalagi ini?? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar