Hargailah dia yang mencintaimu..
Ia berkorban bukan karena berharap kasihmu.. Melainkan ingin menunjukkan kau berarti untuknya..

Pengikut

Selamat Datang di Blog Asrey Fatmalasari Putri

Sabtu, 01 Juni 2013

Pilihan Hidup

Ditulis 24 november 2011

Hidup itu pilihan...
Yah..memang

setiap keputusan yang kau ambil itu juga pilihan yang harus kau jalani.

Hidup dimulai dari adaptasi lingkungan. Untuk menjadi baik ato buruk respon kita itu juga pilihan, so tentukan pilihan terbaik anda dan jangan sesali akhirnya.


Saat seseorang mengatakan, "kamu, sebenarnya membohongi dirimu. Berpura-pura tertawa padahal hati dan fikiranmu tidak demikian."

Lalu aku menjawab, "inilah caraku membuang sejenak beban hati yang tak ada ujungnya."

dia berkata lagi, "ceritalah..aku bisa paham"

****

sebelum ada dia (wanita) itu dalam hidupku dan aku mengenalnya, belum pernah ada orang yang benar-benar tau keadaanku tanpa aku harus mengatakannya. Ya, memang sulit dipercaya, tapi itu yang terjadi, bahkan sahabat terdekatpun sering berkata "aku ga tau, kamu aja ga pernah cerita".

Berbagi cerita itu juga pilihan. Saat kita merasa hampir tak berdaya, kita selalu mencari seseorang yang selalu kita anggap mampu mengurangi beban fikiran kita. Padahal kita tau, orang itu hanya terdiam mendengar cerita tanpa melakukan apa pun.

Banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk menghapus kesedihan yang sedang melanda diri. Karena, hanya kita yang tau diri kita sendiri.

Seorang teman yang lain bertanya, "ko kamu bisa ya sampe gak nangis?"

jawabku, "menangis memang bisa mengurangi beban hati, tetapi menangis bukanlah cara terakhir untuk menunjukan betapa sedihnya kita, air mataku terlalu berharga."

sering orang bilang "MENANGIS Adalah SENJATA TERAKHIR WANITA"

yah..memang benar,
tapi kita bisa menjadikan itu simpanan dan menggunakannya saat di posisi ketidaksanggupan kita menghadapi masalah.

Hingga kita bisa membuat seolah menipu diri kita.
Tak ada tangisan tanpa penderitaan dan tak ada kebahagiaan tanpa tangisan. Mana yang akan anda pilih???
Silahkan tentukan.

Seorang yang lainnya lagi bertanya demikian, "cara cepat nglupain masalah gimana sih??"

(hanya tersenyum)

dan aku menjawab, "tak ada orang yang tak punya masalah dihidupnya, semua telah diatur. Kenapa saya harus meratapi ketidaksanggupan saya sama Tuhan kalo ternyata masalah saya tidak jauh beda dengan masalah setahun yang lalu. Tuhan memberikan saya akal, bahwa ketika saya jatuh saat bersepeda untuk pertama kali pasti saya akan menangis (ketika masih kecil), lalu hari berikutnya sewaktu saya bersepeda saya akan berhati-hati walau akhirnya tetap terjatuh juga, hingga berulang-ulang saya terjatuh dan akhirnya saya berkata, "Ah..gak sakit ko, cuma lecet sedikit"
lalu saya terus bersepeda,terjatuh hingga saya yakin "jatuh, gak papa".
Itu pilihan positifnya,kalo yang negatif begini

"saat saya bersepeda dan terjatuh untuk pertama kali saya menangis, lalu hari kedua saya berkata, "gak ah.. Ntar takut jatuh".
Stimulus negatif yang kita dapat akan terus kita yakini sampe dewasa hingga akhirnya (gak) bisa naik sepeda. Pas saat pulang sekolah, temen-temen naik sepeda.. Kamu jalan kaki, padahal jarak rumah 2km (kurang lebih)
(nah loe.. Pegel kan jalan kaki)"

jadi, masalah anda bukan untuk diratapi, melainkan untuk difikirkan dan dicari jalan keluarnya, kalo gak ketemu??
Tanya Dora the explorer aja...

Saya sering melakukan hal-hal dibawah ini ketika saya merasa suntuk, kesal, sepi, sendiri, kepengen marah, nangis dll.
1. Nonton tv (apapun lah, yang penting berbau humor)
2. Cari teman ngobrol (yang pasti bukan nge-bahas masalah yang sedang melanda)
3. Nongkrong (sekedar duduk-duduk di pinggiran jalan sambil ngitung motor lewat)
4. Makan (makan sepuasnya yang penting berbentuk makanan)
5. Tidur (dengan tidur maka fikiran kita juga ikut istirahat)
6. Cari teman/ngobrol dengan orang baru (mungkin jejaring sosial/dunia maya,hanya untuk menghibur hati)
7. Baca buku (entah novel ato cerpen2)
8. Curhat lewat tulisan (nulis diary ato apalah yang bikin lega, bisa juga corat coret kertas)
9. Sibukkan diri (entah kegiatan apa pun yang penting positif)

masih banyak lagi, tapi itu udah cukup membantu.

Seberat apa pun masalah anda, yakin bahwa akan ada jalan keluarnya. Amin

terima kasih atas perhatiannya..:D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar