Tidakkah kau sadari,
Datangmu ibarat gerimis
Tak memberiku isyarat yang pasti..
Bahkan untuk menampung tiap tetesan senyummu,
Aku takut..
Datangmu ibarat gerimis
Tak memberiku isyarat yang pasti..
Bahkan untuk menampung tiap tetesan senyummu,
Aku takut..
Takut kamu akan menguap dengan panasnya hatimu
Takut kehilangan segarnya basuhan jiwamu
Meski kelam kupandang kedalam,
Aku bisa merasakan pasti, perasaan yang tidak bisa berbohong
Tidakkah kau sadari,
Datangmu ibarat gerimis,
Perlahan menepis namun besar menghadang fikiranku yang kosong
Seakan tersisip disetiap urat nadiku
Mengikat dan mengalir bersama oksigen kehidupan ini
Takut kehilangan segarnya basuhan jiwamu
Meski kelam kupandang kedalam,
Aku bisa merasakan pasti, perasaan yang tidak bisa berbohong
Tidakkah kau sadari,
Datangmu ibarat gerimis,
Perlahan menepis namun besar menghadang fikiranku yang kosong
Seakan tersisip disetiap urat nadiku
Mengikat dan mengalir bersama oksigen kehidupan ini
Mampu mengalihkan segala penatku..
Hingga tak mampu paruku menghembusnya
Mengembun perlahan lalu hilang..
Hingga tak mampu paruku menghembusnya
Mengembun perlahan lalu hilang..
Tidakkah kau sadari,
Datangmu ibarat gerimis,
Sejenak menyejukkan dan meninggalkan bekas becekan
Tidak terasa di injak namun melicinkan
Membuatku terjatuh dalam ketidak hati-hatian
Memberiku pilihan dalam kesempitan
Datangmu ibarat gerimis,
Sejenak menyejukkan dan meninggalkan bekas becekan
Tidak terasa di injak namun melicinkan
Membuatku terjatuh dalam ketidak hati-hatian
Memberiku pilihan dalam kesempitan
untuk mengabaikanmu dalam ke egoan, meski besar hasratku menimang
antara cinta dan latar belakang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar